Selamat Datang

SELAMAT DATANG DI BLOGNYA EKO SUPRIYADI. . MARI SILAHKAN . . .

Sabtu, 31 Maret 2012

Altar Bersholawat

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pertama saya dalam mengikuti sholawatan massal. Awal mula rencana ini saat sedang menjalankan piket rutin di sekretariat Ikatan Alumni  PTSP, kamis 29 Maret 2012, seorang kawan membahas tentang acara malam hari itu ada Habib Syech di alun-alun utara Jogja. Mendengar nama Habib Syech, saya sudah cukup familiar namun belum pernah melihatnya secara langsung, pun mengetahui seluk beluk tentang beliau. Akhirnya setelah melalui beberapa percakapan dan perdebatan batin, saya pun memutuskan kepingin ikut ke acara malam hari itu. Sempat juga mengcopy mp3 Habib Syech dari laptop seorang kawan itu yang teridentifikasi bernama Auliya Isti M.

Ba'da Isya, sesuai dengan waktu yang telah disepakati, kami (Aku, Jau, Roy, Aul) meluncur dari tempat kediaman orang tua saya. Sebelum berangkat saya sempat tanya, kostum gimana nih? maklum blm pernah ikut acara semacam itu, takut kalau-kalau ntar salah kostum. Akhirnya saya dengan baju koko putih celana bahan item plus peci berangkat bersama teman-teman seperjuangan menuju medan sholawat. Sampai ke TKP, sudah banyak berkerumun orang-orang memadati venue lapangan alun-alun utara jogja. Mayoritas memakai kostum putih-putih. Bus, minibus, colt, pick up, truck, dll semua dikerahkan untuk mengangkut orang-orang yang ingin mengikuti acara ini. Bapak2, ibu2, om2, tante2, simbah2, sampai anak-anak kecil pun terlihat berseliweran di sekitar saya, beranjak dari parkiran mencari tempat duduk lesehan yang terlihat sudah cukup penuh.


Rombongan

Kami pun mencari tempat yang cukup luang bermodalkan lembaran kertas koran yang dibawa si Roy buat alas. Maklum si Roy ini sudah berpengalaman, aku malah gak kepikiran mau bawa kayak gituan. Entah ide siapa yang pertama kali memutuskan singgah di tempat luang itu, aku di belakang mah ngikut aja. Tingak-tinguk liat ke sebelah kanan, dua orang bapak-bapak setengah baya sambil menikmati isapan rokoknya. Liat di sebelah kiri, ibu-ibu sama anaknya terus ada mas-mas nya juga. Liat ke depan, satu keluarga lengkap bapak-ibu-anak. Liat ke belakang, banyak cewek-cewek tahun 70 an, alias mbah-mbah! kaco! bukan seperti tempat yang ku inginkan. Namun tidak beberapa lama datang ibu2 bareng dua orang putrinya (mungkin), yah lumayan lah tombo ngantuk, hehehehehe. Masih melihat sekitar, para jamaah terus berdatangan memadati alun-alun utara jogja. Saya melihat banyak yang pada bawa bendera, dari yang ukuran kecil sampai gede-gede. Lha ini kok kayak mau liat konser Slank aja. Biasalah bendera identitas dari mana mereka datang, ada Syech-er Sayegan, GPK (Gerakan Pemuda Ka'bah), dll.

Jarak tempat kami duduk dari panggung utama sekitar 200 meter-an, namun di dekat kami ada screen dan malah lebih jelas liat di screen nya. Baru diketahui ternyata tajuk acara ini adalah Dzikir dan Sholawat untuk Indonesia bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dan Suryadarma Ali. Nama yang terakhir baru aku tau juga kalau beliau itu Menteri Agama. Payah, masa baru tau. hehehe. Sembari menunggu Syech dan Pak Menteri datang, nyanyian2 sholawat berkumandang seiring dengan teriakan2 para penjaja keliling. Kacang2, arem-arem, kentucky usus, disaut oleh penjaja lain qua2, mijon2. Wis, lengkap pokok e. Kemudian datang bapak2 nawarin buku kumpulan sholawat qosidah, aku coba lihat isinya dan sepertinya cukup bermanfaat. Akhirnya aku beli satu buku yang ukuran kecil seharga 6rb, si Jau juga beli. Itung2  bisa buat ngepek waktu sholawatan bareng Syech. 

Para Jamaah

Nah, tiba saatnya Habib Syech memasuki panggung utama, serentak para jamaah berdiri dan mengumandangkan salam penyambutan selamat datang. Saya pun ikut2 an aja berdiri. Sebelum acara dibuka, para jamaah dan semuanya menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Habib Syech langsung. Acara dibuka oleh lantunan bacaan kitab suci Al-Qur'an. Merdu, syahdu, dan menenangkan hati. Lanjut Syech memandu para jamaah mulai bersholawat, melantunkan doa, memberi rahmat, kesejahteraan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya dengan nada-nada nyanyian yang nyaman di telinga. Spontan para jamaah mengikuti lantunan sholawat dengan bersemangat, riuh, menggema di setiap penjuru area alun-alun utara Jogja. Saya belum bisa mengikuti karena belum hafal, berusaha mencari-cari di buku kumpulan sholawat yang tadi dibeli pun nihil. Malah bingung ini nyanyiin yang mana? Alhasil cuma ngikuti aja sebisanya. Si Jau juga begitu, dia kebingungan mencari lafadz sholawat di buku barunya. Si Roy ma Aul sudah cukup familiar jadi mereka rada lancar mengikuti.

Di sela-sela bersholawat, Habib Syech juga bertausiyah dan berdialog dengan Pak Menteri Agama. Secara ringkas saya sampaikan beliau memberi saran kepada pak Menteri agar Al-Qur'an masuk ke Ujian Nasional, karena bangsa Indonesia mayoritas beragama Islam. Selain itu Al-Qur'an juga sebagai sumber ilmu pembentuk akhlak, aqidah, karakter, dan kepribadian umat islam sehingga Indonesia bisa lebih berkembang, selamat dunia akherat. Menyinggung sedikit tentang kenaikan harga BBM, kinerja DPR, kelakuan pemuda-pemudi jogja, pemotongan anggaran negara untuk pendidikan karena dikorupsi, dan menyarankan anak-anak untuk masuk ke Madrasah, karena madrasah memiliki nilai plus mempelajari agama lebih mendalam namun juga pelajaran2 lain tidak kalah atau sama sesuai apa yang distandarkan oleh pemerintah.

Sementara itu Menteri Agama, Bapak Suryadarma Ali menanggapi baik tentang saran memasukkan Al-Qur'an ke Ujian Nasional dan akan mencoba berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Bapak M. Nuh. Selanjutnya Pak Menteri juga memaparkan program GEMAR mengaji yaitu gerakan masyarakat mengaji setelah solat maghrib sampai waktu isya. Jadi masyarakat Indonesia dianjurkan untuk memanfaatkan waktu maghrib sampai isya untuk mengaji, memahami, dan mengkaji Al-Qur'an. Soal Madrasah, Pak Menteri juga mendukung. Masyarakat dihimbau jangan takut tidak bisa sekolah karena tidak punya dana karena Departemen Agama siap membantu agar masyarakat bisa sekolah semua di madrasah. Tentang kasus korupsi pemotongan bantuan dari anggaran negara, Pak Menteri menegaskan untuk langsung melaporkan oknum yang terlibat kasus korupsi dana negara tersebut. Bahkan setelah dibumbui cakap-cakap oleh Habib Syech, menyinggung masalah ibadah haji, Pak Menteri memberi kesempatan kepada Habib untuk memilih dua orang jamaah yang akan diberangkatkan haji oleh Pak Menteri pribadi. Wah, semua juga mau tuh kalo disuruh langsung berangkat Haji.


Nampang Sebelum Pulang

Tentang amanah untuk memilih dua orang jamaah yang akan diberangkatkan haji, Habib Syech menanggapi dengan sangat bijak. Beliau tidak akan memilih langsung, namun dengan memakai surat biar tidak ada saling iri. Yang pasti ada jamaah orang jogja yang dipilih oleh Habib. Tapi sebelumnya, spontan setelah Pak Menteri mendeklarasikan kesempatan haji itu, para jamaah pada berdiri sambil mengacungkan tangan dan berteriak, saya. . saya. . pilih saya. . termasuk juga si Aul. (piss Aul, hehehe). Next, sholawat dilanjutkan kembali dan para jamaah sangat bersemangat ikut bersholawat. Saya masih sama, kurang bisa mengikuti dan sedikit malu karena ada anak kecil rada jauh di sebelah kanan dengan lantang mengumandangkan lafadz2 sholawat. Anak kecil aja bisa apal, tambah kaget lagi saat mendengar mas-mas penjaja makanan ikut bersolawat, apal, sambil berkeliling menawarkan dagangannya. Weleh.

Di tengah lantunan sholawat, tanganku menyenggol sesuatu. Apa itu? Sikil sodara-sodara. Cewek-cewek di belakang pada "selonjor" atau meluruskan kakinya, mungkin pegel tuh kakinya. Saya pun memberi ruang dengan memajukan posisi duduk sedikit dan bergeser ke kanan. Sholawat terus bergema sampai menjelang pukul 23.00. Di bagian akhir acara, para jamaah disuruh berdiri semua. Istilahnya apa ini kemarin sempet dikasih tau si Roy tapi saya lupa. Intinya ini sebagai puncak atau klimaksnya. Sebelum acara ditutup, Habib Syech memberi hadiah cincin kepada Pak Menteri. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Suryadarma Ali selaku Menteri Agama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar